Hati dan Keterikatannya pada Allah Ta'ala (oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

 
 
Sungguh di dalam hati itu ada uraian yang tidak dapat dihimpun kecuali dengan beranjak menuju Allah, dan di dalamnya ada rasa kesepian yang tidak mungkin hilang kecuali menyendiri bersama Allah dalam kesunyian, dan di dalamnya ada kesedihan yang tidak mungkin sirna kecuali dengan kebahagiaan mengenal Nya dan ketulusan dalam berinteraksi (ibadah) dengan Nya. 

Sungguh di dalam hati itu ada kegundahan yang tidak dapat ditenangkan kecuali dengan berhimpun bersama Nya dan lari dari kegundahan itu menuju diri Nya, dan didalamnya ada api sesal yang tidak dapat dipadamkan kecuali dengan rasa ridha atas perintah, larangan dan keputusan (qadha) Nya, dan merangkul kesabaran diatas jalan itu sampai masa berjumpa dengan Nya.

Sungguh di dalam hati itu ada tuntutan yang begitu kuat yang tidak akan pernah bisa dihentikan oleh apapun sampai ia menemukan satu-satunya tuntutan yang hakiki, Allah subhanahu wa ta'ala.

Dan sungguh di dalam hati itu ada celah yang tidak mungkin dapat ditutup kecuali dengan cinta Nya, senantiasa mengingat Nya dan tulus ikhlas kepada Nya. Seandainya ia diberi dunia dan seluruh isinya, celah itu tidak akan pernah tergenapi selamanya!

(Ibnul Qayyim Al-jauziyyah)

 

Teks Asli: 

إن في القلب شعث : لا يلمه إلا الإقبال على الله، وعليه وحشة: لا يزيلها إلا الأنس به في خلوته، وفيه حزن : لا يذهبه إلا السرور بمعرفته وصدق معاملته، وفيه قلق: لا يسكنه إلا الاجتماع عليه والفرار منه إليه، وفيه نيران حسرات : لا يطفئها إلا الرضا بأمره ونهيه وقضائه ومعانقة الصبر على ذلك إلى وقت لقائه ، وفيه طلب شديد: لا يقف دون أن يكون هو وحده المطلوب ، وفيه فاقة: لا يسدها الا محبته ودوام ذكره والاخلاص له، ولو أعطى الدنيا وما فيها لم تسد تلك الفاقة أبدا

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel Perbandingan Kapitalisme, Komunisme, dan Ekonomi Islam (Lengkap dengan Dalil Islam)

Pengertian Istilah: Mitigasi, Side Steaming dan Over Financing dalam Transaksi Kredit

Penjelasan Hadits Menunda-nunda Pelunasan Hutang adalah Kezhaliman