Penyakit 'Ain dalam Islam, Dalil, Penyebab, Pencegahan Serta Penyembuhannya

 

Penyakit 'Ain dalam Islam, Dalil, Penyebab, Pencegahan Serta Penyembuhannya

'Ain  merupakan salah satu bentuk hasad (iri dengki). Ain termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya, merusak, dan tersebar luas di masyarakat. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:

قال رسول الله ﷺ "أكثر من يموت من أمتي بعد قضاء الله وقدره بالعين (رواه الطبراني وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة)

"Sebagian besar yang meninggal dari umatku setelah ketetapan dan takdir Allah adalah karena ain."

Jika kita melihat realitas kehidupan saat ini, banyak orang yang menghubungkan penyakit, musibah, kegagalan, dan kesulitan mereka dengan ain. Bahkan, ada yang menjadikan ain sebagai alasan atas kemalasan dalam beribadah atau kegagalan dalam kehidupan rumah tangga.

Meskipun ain adalah sesuatu yang nyata, kita tidak boleh berlebihan dalam ketakutan terhadapnya. Sikap ini justru bisa menimbulkan kecemasan berlebihan, kemalasan, dan sikap pasrah tanpa usaha.

Hakikat Ain dan Cara Kerjanya

Ain adalah panah beracun dari jiwa seseorang yang keluar karena rasa hasad atau kekaguman tanpa doa keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda:

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين، وإذا استغسلتم فاغسلوا

"Ain itu benar adanya. Jika ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, maka itu adalah ain. Jika kalian diminta untuk mandi (sebagai obat ain), maka mandilah."
(رواه مسلم، 2188)

'Ain bisa berasal dari orang yang dengki atau bahkan dari orang yang mencintai kita tanpa niat buruk. Oleh karena itu, setiap kali melihat sesuatu yang mengagumkan, dianjurkan untuk mengucapkan بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ (Semoga Allah memberkahinya).

Kisah 'Ain di Zaman Rasulullah ﷺ

Dalam sebuah riwayat, seorang sahabat bernama Sahl bin Hunaif terkena ain dari Amir bin Rabi'ah karena kekagumannya terhadap kulit Sahl yang putih bersih. Rasulullah ﷺ bersabda kepada Amir dengan nada marah:

علامَ يقتل أحدكم أخاه؟ ألا برّكت؟ اغتسل له

"Mengapa salah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Mengapa ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, engkau tidak mendoakan keberkahan untuknya? Mandilah untuknya!"
(رواه أحمد، وصححه ابن حبان)

Kemudian, air bekas wudhu Amir dituangkan ke kepala dan punggung Sahl, lalu ia pun sembuh seketika. Ini menjadi dalil bahwa salah satu metode pengobatan 'ain adalah dengan air bekas wudhu dari orang yang menyebabkan ain.

'Ain dalam Al-Qur'an

Allah ﷻ menyebutkan bahwa orang-orang kafir Quraisy berusaha mencelakakan Rasulullah ﷺ dengan ain:

{وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَـٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌ}

"Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir membuatmu celaka dengan pandangan mata mereka ketika mereka mendengar peringatan, dan mereka berkata: 'Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang gila'."
(سورة القلم: 51)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

العين تدخل الرجل القبر، وتدخل الجمل القدر

"Ain dapat memasukkan seseorang ke dalam kubur dan dapat memasukkan unta ke dalam panci."
(رواه أبو نعيم في الحلية، وحسنه الألباني)

Cara Mengobati dan Mencegah Ain

Islam mengajarkan beberapa metode untuk menangkal dan mengobati ain:

1. Ruqyah Syar’iyyah

Aisyah رضي الله عنها berkata:

كان رسول الله ﷺ يأمر أن يُسترقى من العين

"Rasulullah ﷺ memerintahkan agar ruqyah dilakukan bagi orang yang terkena ain."
(رواه البخاري، 5738)

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

"Tidak ada ruqyah yang lebih utama kecuali untuk ain dan gigitan berbisa."
(رواه مسلم، 220)

2. Doa Perlindungan

Rasulullah ﷺ selalu membacakan doa perlindungan kepada cucunya, Hasan dan Husain رضي الله عنهما:

إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

"Sesungguhnya ayah kalian (Nabi Ibrahim عليه السلام) dulu membacakan doa ini kepada Ismail dan Ishaq: 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, serta dari setiap 'ain (mata) yang jahat'."
(رواه البخاري، 3371)

3. Membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas

Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَأْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُصْبِحُ وَتُمْسِي ثَلاَثًا تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

"Bacalah surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq & An-Nas) sebanyak tiga kali setiap pagi dan petang, maka itu sudah cukup melindungimu dari segala sesuatu."
(رواه الترمذي، 3575 وصححه الألباني)

4. Tidak Menampilkan Hal yang Bisa Memicu Ain

Islam mengajarkan sikap tawadhu' dan tidak berlebihan dalam menampilkan nikmat, agar tidak memancing hasad atau ain dari orang lain. Jika melihat sesuatu yang mengagumkan, hendaknya mengucapkan

 بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

yang artinya: "Semoga Allah memberkahinya".

5. Bertawakal kepada Allah

Yang paling utama adalah selalu bertawakal kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قِيلَ لَهُ: كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

"Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: 'Bismillah, tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah', maka dikatakan kepadanya: 'Engkau telah dicukupi, dilindungi, dan setan akan menjauh darimu'."
(رواه أبو داود، 5095 وصححه الألباني)

Semoga Allah ﷻ melindungi kita semua dari bahaya ain dan hasad. آمين.

 

Referensi: https://www.islamweb.net/ar/article/215371/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%8A%D9%86-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel Perbandingan Kapitalisme, Komunisme, dan Ekonomi Islam (Lengkap dengan Dalil Islam)

Pengertian Istilah: Mitigasi, Side Steaming dan Over Financing dalam Transaksi Kredit

Penjelasan Hadits Menunda-nunda Pelunasan Hutang adalah Kezhaliman