Postingan

Azab Fisik dan Psikis di Neraka

 Neraka adalah tempat azab yang paling ultimate yang menyiksa tidak hanya fisik, melainkan juga secara mental dan psikologis. Di penjara dunia, diantara hal yang meringankan narapidana secara psikologis adalah keberadaan teman-teman satu sel yang sama-sama senasib.    Namun, jangan harap keberuntungan ini dapat dirasakan di neraka. Neraka adalah tempat azab yang tiada rehat didalamnya, meskipun itu secercah rehat batin. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:   وَلَن يَنفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذ ظَّلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ     Sekali-kali tidak akan bermanfaat kepadamu di hari itu, karena kamu telah menzhalimi dirimu sendiri (dengan kufur), bahwa kamu bersama-sama dalam azab itu. (QS. Az-zukhruf: 39)   Hal ini bukan karena orang-orang di neraka akan diazab secara sendiri-sendiri. Mereka akan ditempatkan dalam azab dengan kelompoknya. Tapi kelompok ini tidak akan meringankan azab. Karena seseorang akan ditempatkan satu kelompok denga...

Istighfar Solusi Bagi Banyak Masalah dalam Hidup

Gambar
  Perbanyaklah istigfar. Selain menghapus dosa, istigfar juga menjadi solusi bagi banyak masalah hidup. Karena kesusahan hidup biasanya muncul karena dosa yang kita lakukan. Nabi ﷺ beristigfar tidak kurang dari 70x dalam sehari, bahkan lebih.  Ada banyak lafadz istighfar yang bisa digunakan. Bisa yang singkat, seperti mengucapkan astagfirullah , atau yang lebih panjang seperti sayyidul istighfa r, atau lainnya.  Diantara lafazd istigfar yang dianjurkan oleh Nabi ﷺ adalah seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:  Nabi ﷺ bersabda:  Siapa saja yang mengucapkan,  أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ   "Aku mohon ampun kepada Allah yang maha Agung, yang tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kembali pada Nya."   Niscaya Allah akan mengampuninya meskipun ia (melakukan dosa) lari dari meda...

Belajar Tawakkal dari Burung

Gambar
  Sebagian orang mungkin memahami arti tawakkal dengan pasrah begitu saja kepada Allah menunggu hasil tanpa usaha, atau usaha seadanya dengan tidak maksimal.  Namun, pemahaman tawakkal seperti ini ternyata bukanlah yang dimaksudkan dan diinginkan oleh syari'at. Tawakkal adalah istilah syar'i, oleh karena itu, untuk memahaminya dengan tepat harus pula merujuk kepada sumber hukum syar'i itu sendiri, yaitu Quran dan Sunnah. Di dalam sebuah hadits, Nabi  mencontohkan tawakkal yang benar adalah seperti tawakkal burung. Burung tidak tinggal diam dan berharap semata, namun ia berusaha dengan terbang untuk mencari makan, diawal waktu pagi, dan pulang di sore hari dengan perut penuh terisi.  Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا " Seandainya kalian ber-tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana...

Hati dan Keterikatannya pada Allah Ta'ala (oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

Gambar
    Sungguh di dalam hati itu ada uraian yang tidak dapat dihimpun kecuali dengan beranjak menuju Allah, dan di dalamnya ada rasa kesepian yang tidak mungkin hilang kecuali menyendiri bersama Allah dalam kesunyian, dan di dalamnya ada kesedihan yang tidak mungkin sirna kecuali dengan kebahagiaan mengenal Nya dan ketulusan dalam berinteraksi (ibadah) dengan Nya.  Sungguh di dalam hati itu ada kegundahan yang tidak dapat ditenangkan kecuali dengan berhimpun bersama Nya dan lari dari kegundahan itu menuju diri Nya, dan didalamnya ada api sesal yang tidak dapat dipadamkan kecuali dengan rasa ridha atas perintah, larangan dan keputusan (qadha) Nya, dan merangkul kesabaran diatas jalan itu sampai masa berjumpa dengan Nya. Sungguh di dalam hati itu ada tuntutan yang begitu kuat yang tidak akan pernah bisa dihentikan oleh apapun sampai ia menemukan satu-satunya tuntutan yang hakiki, Allah subhanahu wa ta'ala. Dan sungguh di dalam hati itu ada celah yang tidak mungkin dapat ditutu...

 Arti Islam bukan Damai, Namun..

Gambar
   Apakah islam artinya damai? Jawabannya antara iya dan tidak. Simak penjelasan berikut ini supaya tidak salah paham. Banyak orang mengira bahwa "islam" secara harfiah berarti damai , karena ia mirip dengan kata "salam" yang berarti damai... Meskipun "Islam" dan "salam" memiliki akar kata yang sama, namun artinya tidaklah sama. "Salam" artinya "damai" ,  sedangkan " Islam" artinya "menyerah" , "pasrah" . Yaitu, menyerah dan pasrah pada kehendak, keinginan, perintah dan larangan Allah ta'ala , Rabb , Tuhan semesta alam. Sesuai namanya, inti ajaran Islam adalah berserah diri pada Allah, lahir maupun batin dengan menjalankan perintah Nya dan Menjauhi larangan Nya. Menyembah dan menghambakan diri hanya pada Nya, dan tidak menyekutukan Nya dengan suatu apapun.  Itulah agama seluruh para Nabi, semenjak Nabi Adam 'alaihissalam , dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi w...

Syair Imam Asy-Syafi'i tentang Sifat Kehidupan Dunia (Diwan Syafi'i)

Gambar
  Dalam sebuah syairnya Imam syafi'i rahimahullah mengungkapkan bagaimana karakter dan sifat dari kehidupan dunia ini dan bagaimana seharusnya kita bersikap di dalamnya. Berikut terjemahannya: Biarkan hari-hari melakukan yang ia kehendaki.. Realakan diri apabila takdir telah memutuskan.. Jangan panik dengan peristiwa zaman.. Tidaklah peristiwa zaman itu kekal adanya.. Tangguhlah menghadapi segala peristiwa..  Jadikan ketulusan dan pemaaf sebagai tabiatmu.. Apabila banyak aibmu pada manusia.. Dan engkau ingin agar ia ditutupi.. Tutupilah ia dengan kedermawanan, karna setiap aib.. Konon, akan ditutupi oleh kedermawanan.. Jangan pernah kau tampakkan kelemahan pada musuh.. Karna sukacita musuh adalah kemalangan.. Janganlah berharap belas kasih dari orang kikir.. Karna tak mungkin api memberi air pada orang yang haus.. Rezekimu tidak berkurang karena (semata) engkau lamban.. Tidak pula ia bertambah karena (semata) kerja kerasmu.. Tiada kesedihan yang langgeng, tiada pula kebahagian...

Kisah Hasan Al-Bashri ditanya Solusi dan Selalu Dijawab dengan Istighfar

Gambar
Al-hasan Al-bashri , seorang imam besar, ulama dan hakim pada zaman tabi'in (generasi setelah sahabat) pernah didatangi beberapa orang meminta solusi atas masalah-masalah mereka.  Namun, setiap orang yang bertanya solusi kepada beliau, selalu dijawab dengan, "istighfar dan mohon ampunlah kepada Allah".  Mendengar hal itu, Ar-rabi' bin Shabih bertanya: Engkau didatangi beberapa orang mengeluhkan masalahnya, tapi semuanya engkau suruh beristighfar?!   Beliau menjawab: Aku tidak sedikitpun mengatakan itu dari opini dan pendapatku sendiri. Sungguh Allah 'azza wa jalla berfirman di dalam surat Nuh:  "Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. Nuh: 10-12)  Kisah lain: Ada seseorang bertanya kep...